Inilah Pentingnya Pengenalan Pendidikan Seks pada Anak

Pengetahuan tidak melulu tentang hitungan dan hafalan. Tapi, di sekolah, anak-anak kita hanya diajarka dua hal itu dan kita sebagai orang tua kurang aware tentang pengetahuan lain yaitu pendidikan seks. Ih, risih ah, ngomong soal seks pada anak.

Tapi… boleh percaya, boleh juga tidak, orang tua saat ini banyak yang khawatir akan pergaulan anak-anak mereka dengan banyaknya kasus pelecehan seksual hingga pergaulan bebas yang terjadi di Indonesia. Dan yang lebih bikin ngeri, pelakunya bukan lagi orang dewasa tetapi bocah-bocah teman main  anak-anak kita sendiri.

Nah, kita sebagai orang tua, jangan terperangkap dengan romansa masa lalu, ya Bun. Jangan bandingkan kondisi masa kita dengan masa sekarang sambil ngomong, “kenapa ya zaman sekarang pelecehan seksual semakin ekstrim?”. Masa lalu dan masa sekarang pastilah berbeda,. Gak usah heran. Apalagi perkembangan teknologi sekarang cukup pesat dan kita orang tua harus segera mengantisipasinya.

pendidikan seks untuk usia dini

Anak-anak kita, masuk dalam kategori generasi millennial yang jago mengoperasikan teknologi ketimbang kita orangtuanya. Makanya sering kan kita lihat anak umur dua tahun sudah fasih membuka aplikasi Youtube dan memilih-milih video kesukaannya di smartphone orangtuanya. Padahal, video-video di  Youtube banyak yang memberikan informasi yang berkaitan dengan seksual yang tidak tepat untuk anak-anak.

Kata seks sering salah diartikan sebagai hubungan tubuh antara perempuan dan laki-laki yang negative, padahal bila kita mampu menjelaskannya dengan baik kepada anak-anak maka mereka pun tahu bagaimana memproteksi organ tubuhnya dari pelaku pelecehan seksual.  Banyak lho, orangtua yang merasa tabu menjelaskan karena kurangnya pengetahuan dan takut anak salah mengartikan. Padahal anak perlu tahu dan pendidikan seks itu salah satu bentuk cinta dan peduli orangtua terhadap anak.

Mencegah lebih baik daripada mengobati udah ga asing lagi di telinga kita. Maka dari itu, yuk, sebelum terlambat, kita mulai mengenalkan pendidikan seks pada anak sesuai tahapan usianya. Jadi, ketika anak beranjak remaja, mereka sudah paham akan tubuh mereka dan dapat menjaganya dengan baik.

Usia remaja merupakan usia di mana seseorang mencari jati diri dan hal ini dapat dilihat dari rasa keingintahuannya yang tinggi, mencoba hal-hal baru, dan belum bisa mengontrol emosi. Nah, di masa seperti ini, peran orang tua sangat penting untuk memberi arahan dan penjelasan sebanyak yang mereka mau. Jadi, jangan malas berdiskusi dengan anak ya. Karena mereka akan memuaskan keingintahuannya dan dikhawatirkan mencari di tempat yang salah.

Pendidikan seks bukan sulap ya Bun, jadi tidak bisa diajarkan dalam semalam. Bunda dan Ayah tapi harus terus diulang dan diingatkan kepada anak. Terutama pemakaian teknologi seperti tab, telepon genggam, dan televisi, harus selalu didampingi karena pornografi telah merambah ke dunia game online, film animasi bahkan komik anak. Jangan sampai lengah pada setiap media yang bisa menjadi jalan informasi tentang seks yang tidak tepat.

pendidikan seks untuk anak

Mulailah dengan mengenalkan kepada anak tentang perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, fungsi kelamin sebagai reproduksi, ciri-ciri pubertas (menstruasi dan mimpi basah), perkawinan, kehamilan, hingga melahirkan dengan bahasa mereka dan momen yang tepat. Sebelumnya, Bunda dan Ayah  juga harus memahami apa itu pendidikan seks dan bagaimana cara penyampaian kepada anak-anak.

Cara lainnya adalah dengan bersikap terbuka pada anak. Jadi, Bunda dan Ayah harus bisa menempatkan diri, kapan menjadi orang tua dan kapan menjadi teman untuk mereka. Kan, ga lucu, anak sedang galau malah dimarahi. Yang ada, mereka akan menjauh dari orang tua dan mencari teman yang mau mengerti.

Cara menjelaskannya bertahap ya Bun, sesuaikan dengan perkembangan anak dan ajaklah anak untuk terbuka dalam berkomunikasi tentang apa saja termasuk perihal seks. Anak-anak mungkin akan banyak bertanya. Jadi, bersiaplah dengan pertanyaan-pertanyaan ajaib mereka. Kalau Bunda atau Ayah kebingungan menjawab, mintalah break pada anak-anak seperti, “Nak, Bunda kurang paham, boleh minta waktu biar Bunda bisa bertanya pada ahlinya?”

Percayalah Bun, semakin cepat kita mempersiapkan anak-anak kita, maka kita meminimalisir dampak gagap mereka di zaman yang serba terbuka ini. Jadi, mulai saat ini, luangkan waktu untuk ngobrol dari hati ke hati tentang pendidikan seks ya Bun. Agar anak-anak kita terlindungi dari predator seksual ataupun kesalahan di usia remaja.