Jumat, 01 Agustus 2014
 
Berita Selengkapnya...
Tanggal : 08/10/2009
BANYAK KOTA MASIH REAKTIF TANGANI PERMUKIMAN KUMUH
 

Masih banyak kota-kota di Indonesia masih bersikap reaktif menghadapi laju urbanisasi yang banyak melahirkan kawasan kumuh (slum area) dan hunian liar (squatter). Karena itu selain memiliki perencanaan kota yang berbasis tata ruang, setiap kota hendaknya memiliki strategi pengembangan permukiman yang penyusunanya harus melibatkan masyarakat. Ini bertujuan agar kebutuhan rumah yang layak untuk warganya dapat diketahui, baik dari kelompok kurang mampu (MBR) maupun kelompok menengah ke atas.

Demikian diungkakan Direktur Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Budi Yuwono dalam Dialog Interkatif yang disiarkan live oleh stasiun televise Kota Palembang (PAL TV), Minggu (4/10). Dialog yang mengupas tema Perencanaan Kota yang Disiplin dan Interaktif juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu Walikota Palembang Eddy Santana Putra.

Wacana yang menyebutkan target Indonesia terbebas dari kawasan kumuh pada tahun 2025 dibenarkan oleh Budi Yuwono. Namun menurutnya itu hanya target nasional sebagai pendorong perkotaan di Indonesia. “Target pembebasan kumuh disesuaikan dengan kondisi masing-masing kota, seperti yang dicanangkan Kota Pekalongan yang pada tahun 2010 terbebas dari kumuh,” ungkap Budi.

Budi Yuwono juga menyebut Pemerintah Kota Solo yang secara humanis dapat mengajak masyarakatnya untuk pindah dari slums area di pinggiran Bengawan Solo ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) tanpa protes sedikitpun. Maka tidak heran jika Kota Palembang, Pekalongan,Solo, bersama enam kota lainnya (Yogyakarta, Surabaya, Balikpapan, Bontang, Tarakan, dan Blitar) didaulat sebagai contoh kota terbaik dalam hal penanganan kekumuhan.

Eddy SP mengungkapkan pemerintahnya sudah memfasilitasi kebutuhan rumah untuk MBR, dengan penghasilan kurang dasrii Rp. 2,5 juta per bulan dengan membangun Rusunawa seperti di Seberang Ilir dan Kasnariansyah. Sedangkan untuk di beberapa titik kawasan kumuh lainnya seperti di seberang Ulu I, Kertapati, sebagian Seberang Ilir, Pemkot Palembang bekerjasama dengan swasta membangun Rumah Sederhana Sehat (RSH).

“Yang dibangun paling banyak adalah RSH Type 36 yang nilainya sekitar Rp. 54 juta. Di Seberang Ulu sudah dilakukan sampai dengan Rp 34 juta dengan cicilan Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu per hari,” kata Eddy seraya menyebut impiannya untuuk membeaskan Sungai Musi dari permukiman kumuh.

Sementara pada kesempatan lain, Walikota Pekalongan Mohammad Basyir Ahmad menerangkan target pengurangan kawasan kumuh pada 2010 saat ini sudah mencapai 75%. Dari luasan kawasan kumuh saat ini sudah tertangani 150 ha dari 263 ha, sedankan dari penanganan rumah telah selesai 6500 rumah dari 7200 rumah kumuh.

“Strateginya harus mengajak masyarakat miskin, membentuk dan memberdayakan kelembagaan seperti Badan Keswadyaan Masyarakat (BKM), PKK, Lembaga Musyawarah Desa (LMD), dan Karang Taruna. Selanjutnya membantu mereka dengan pembinaan dan dana yang dipatok maksimum 30% dari APBD, kecuali untuk rumah para jompo. (bcr/gt/sekarsari)


Gambar Pendukung

File Pendukung
:: JAJAK PENDAPAT :: :: ARTIKEL TERBARU ::

Apakah web ini bermanfaat buat anda?


Sedang mengambil hasil polling. Silahkan tunggu...

:: DOWNLOAD ::

Peraturan Pusat
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2011 (19-06-2013 )
INFORMASI GEOSPASIAL
Download
 
PERATURAN MENTRI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 492/MENKES/PER/IV/2010 (14-06-2013 )
PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM
Download
 

Arsip >>

Peraturan DIY
PERATURAN DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 2 TAHUN 2013 (16-07-2013 )

PERATURAN TENTANG PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK

Download
 
PERATURAN DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2013 (16-07-2013 )

PERATURAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA

Download
 

Arsip >>

Peraturan Kabupaten/Kota
PERATURAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL NOMOR 11 TAHUN 2003 (16-07-2013 )

Perda tentang usaha pertambangan bahan galian Kabupaten Gunungkidul

Download
 
PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 76 TAHUN 2011 (16-07-2013 )

PERATURAN TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA MEMPEROLEH IZIN MENDIRIKAN GEDUNG

Download
 

Arsip >>
Pemberdayaan Masyarakat
Sosok Teladan Damanhuri, Mantan Kenek Bus Kota peraih Kalpataru Dari Desa Banyusoco
Tanggal : 06-11-2013

(Banyusoco) Dibalik kulitnya yang tampak kehitaman dengan balutan bajunya yang tampak sederhana selalu tersungging senyum saat menerima tamu yang selalu silih berganti menunggu waktu berkonsultasi dengan beliau. Pak Damanhuri atau kerap dipanggil Pak Daman atau Pak Aman bukanlah seorang dokter yang mampu mengobati penyakit para pasiennya, namun sepak terjangnya membuat beliau tidak kalah dengan profesi tersebut. Tidak jarang sampai berpuluh orang menanti untuk bisa mendapatkan saran dan masukan beliau. Beliau adalah Ketua Paguyuban Air Minum Masyarakat Yogyakarta (PAMMASKARTA) wilayah Gunungkidul. selengkapnya...

 
Asosiasi Masyarakat Sungai Yogyakarta : Dari Yogyakarta Untuk Menyelamatkan Sungai Indonesia.
Tanggal : 11-09-2013

Pembagunan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak terlepas dari keberadaan sungai yang mengalir dari hulu sungai di Gunung Merapi ke Laut Selatan (Samudra Hindia). Sempadan sungai pada awalnya berkembang menjadi salah satu alternatif hunian masyarakat yang berpengasilan rendah. Seiring dengan dengan berkembangnya waktu masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas pun turut membangun bangunan di sempadan sungai. Di Daerah Istimewa Yogyakarta dibuktikan dengan adanya beberapa hotel dan penginapan yang memilih berada di sempadan sungai. selengkapnya...

 

Arsip Artikel >>

Teknologi
Bata Ringan dari Meterial Vulkanik
Pengarang : Haryo Jayeng
Tanggal : 28-02-2014

Erupsi gunung berapi secara disadari maupun tidak disadari memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada disekitar gunung berapi tersebut. Beberapa gunung api aktif di Pulau Jawa seperti Merapi, Galunggung, Semeru, bahkan Kelud yang baru-baru ini mengalami erupsi sangat berdampak positif pada kehidupan masyarakat di sekitar gunung tersebut. selengkapnya...

 
Pelatihan Pengelola Kelompok Pengangkatan Air Bertenaga Surya
Tanggal : 28-10-2013

Penyemaian teknologi baru untuk masyarakat dengan tujuan utama menyejahterakan masyarakat mau tidak mau harus dilaksanakan oleh pemerintah. Salah satunya adalah teknologi sel surya. Teknologi ini dapat menghasilkan tenaga pada penyediaan air bersih di kawasan sulit air. Sayangnya, tidak semua lapisan masyarakat bisa menerima teknologi ini secara langsung. Ada beberapa persiapan dan pembinaan yang dibutuhkan masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi ini dengan maksimal dan berkelanjutan. selengkapnya...

 

Arsip Artikel >>
Peraturan dan Kebijakan
IMB Kabupaten Gunung Kidul
Tanggal : 24-09-2013

Urusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di kabupaten Gunung Kidul berbeda dengan kabupaten dan kota lain yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di kabupaten ini, wewenangnya berada di Kantor Pelayanan Terpadu selengkapnya...

 
Peraturan Tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Kabupaten Kulon Progo
Tanggal : 19-09-2013

Kabupaten Kulon Progo memiliki 2 landasan dalam pengurusan izin mendirikan bangunan berupa peraturan bupati dan peraturan daerah. Berikut ulasan singkat mengenai peraturan tersebut: selengkapnya...

 

Arsip Artikel >>

Serba-Serbi
Mengenal Lebih Dekat Material Vulkanik
Pengarang : Tuti Sukarno
Tanggal : 26-02-2014

Daerah Istimewa Yogyakarta Kembali dilanda bencana erupsi gunung berapi, Setelah Gunung Merapi 2010, kali ini pada pada awal tahun 2014 giliran Gunung Kelud yang memberikan berkah bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak seperti Gunung Merapi yang memberikan berkah abu vulkanik dan material pasir yang baik, kali ini Gunung Kelud hanya memberikan berkah berupa abu vulkanis.Hal ini dikarenakan letak Gunung Kelud yang lebih dari 200 km arah timur DIY. Banyak dampak-dampak dari material vulkanik bagi kehidupan masyarakat. Dengan mengenalnya, masyarakat dapat memahami dan bertindak dalam menghadapinya selengkapnya...

 
Rumah tumbuh, solusi membangun rumah dengan biaya seadanya
Tanggal : 21-09-2013

Ingin memiliki rumah mewah dan nyaman tetapi budget yang tersedia sedikit? Anda tidak perlu pusing karena sudah ada solusinya yaitu dengan cara membangun rumah tumbuh. Membangun rumah tumbuh bisa diartikan mencicil biaya pembangunan sehingga membuat biaya pembangunan terasa lebih ringan. Pembangunan dapat dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan dana yang tersedia. Metode ini sangat cocok sudah lazim diterapkan pada keluarga kecil/baru yang ingin membangun rumah tetapi tidak memiliki banyak uang. selengkapnya...

 

Arsip Artikel >>